affiliate_link

MENGENAL GAS HYDROGEN SULFIDE (H2S)

ATAU GAS HIDRO BELERANG, BAGIAN II

SIFAT SIFAT H2S

* Mematikan, gas yang sangat beracun

* Tidak berwarna.

* Lebih berat dari udara – cenderung berdiam diri di daerah rendah.

* Kepadatan uap (Vapour Density) = 1.189 (Air = 1.0).

* Cepat menyebar karena gerak angin atau arus udara.

* Bau seperti telur busuk hanya pada konsentrasi rendah – pada konsentrasi tinggi cepat sekali mematikan syaraf penciuman. JANGAN SEKALI-KALI MENGGANTUNGKAN DIRI PADA BAU UNTUK MENGENALI H2S.

* Sangat korosif terhadap logam tertentu.

* Lebih mematikan dibandingkan dengan karbon monoksida (CO), dan hampir sama beracunnya dengan hidro sianida (HCN), sejenis gas yang digunakan untuk menghukum mati penjahat di beberapa negara bagian Amerika Serikat.

* Mudah terbakar dan akan membentuk campuran peledak bila bercampur udara atau oksigen.

TABEL KADAR RACUN H2S.

0.13 ppm:

4.60 ppm:

10 ppm:

Sangat minim dapat tercium.

Baunya mudah dikenali dalam kadar sedang.

Mulai membuat mata sakit.

27.0 ppm:

Baunya yang menyengat kuat tapi masih dapat ditolerir.

100 ppm:

Batuk, mata sakit, kehilangan indera penciuman setelah dua sampai lima menit.

200 – 300 ppm:

Peradangan pada mata dan gangguan pernafasan setelah terkena gas ini satu jam.

500 – 700 ppm:

Kehilangan kesadaran dan kemungkinan mati dalam waktu 30 menit sampai satu jam.

700 – 1000 ppm:

Kehilangan kesadaran dengan cepat, berhenti atau tersendatnya pernafasan dan kematian.

1000 – 2000 ppm:

Segera pingsan, dengan awal perhentian pernafasan dan kematian dalam beberapa menit. Kematian dapat terjadi bahkan setelah korban dengan cepat diungsikan ke tempat yang berudara segar.

Ppm = bagian gas per satu juta – bagian udara dalam isi (by volume) – 1% = 10,000 ppm.

Bayangan kita, seberapa kecilkah gas jenis apapun 1 ppm itu?

* Bila satu inci mewakili satu ppm gas, maka ini akan sama dengan memperbandingkan satu inci dalam jarak 15,5 mil.

* Kalau satu detik mewakili satu ppm gas, ini akan sama dengan membandingkan satu detik dengan 11,5 hari.

MENDETEKSI H2S.

Anda dapat diperingatkan tentang adanya gas H2S dengan berbagai cara. Pertama-tama hidung anda yang akan mengenalinya, sayangnya mungkin ini juga sebagai pengenalan terakhir. Anda dapat menghirup bagian kecil gas H2S dalam sejuta bagian udara, bila konsentrasi gas ini berada pada kisaran 100 – 150 ppm, indera penciuman segera hilang sehingga memberikan rasa aman yang mengecohkan.

peringatan-h2s

Untuk menentukan jumlah H2S yang ada di tempat kerja anda, salah satu cara mendeteksi di bawah ini harus digunakan:

* LEAD ACETATE, AMPOULES atau LEMBARAN BERLAPIS – akan berubah warnanya, biasanya menjadi cokelat atau hitam.

* DETEKTOR ELEKTRONIK YANG DAPAT DIJINJING – peralatan jenis pribadi ini ditempatkan pada ikat pinggang atau dipegang dan akan memberikan bunyi peringatan saat sensor menangkap adanya gas H2S pada tingkat tertentu.

* TABUNG DETEKTOR GAS DENGAN CONTOH UDARA – konsentrasi gas H2S melalui panjang pipa perubahan warna akan terjadi bila udara disedot melalui tabung detektor. Terdapat beberapa jenis yang dapat dipercaya, akan tetapi ketepatannya akan tergantung kepada pelatihan dan pengalaman praktek pengguna alat ini. Tabung ini harus bersertifikat NIOSH.

* SENSOR TETAP H2S ELEKTRONIK – di tempat-tempat yang lebih besar alat pengamat yang dipasang secara tetap digunakan. Bila alat ini memonitor suatu daerah secara terus-menerus, suatu sistem alarm, yang dihidupkan oleh unit pengindera, akan memberikan peringatan bila konsentrasi H2S berada pada tingkat melebihi batas.

PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA H2S

* PENDIDIKAN

* DETEKSI

* PERLINDUNGAN

Bekerja di daerah yang mungkin tercemar gas H2S menuntut tindak keamanan tertentu untuk memberikan perlindungan maksimum terhadap jiwa manusia. Tindakan tersebut termasuk:

* program latihan perorangan

* latihan perorangan

* penyimpanan secara benar alat keselamatan

* rencana darurat

* tatacara dalam keadaan darurat

* mematuhi semua ketentuan cara kerja yang aman

Bila terdapat bahaya H2S, pekerja wajib mengenakan alat pernafasan yang disediakan sesuai petunjuk dan latihan yang diterimanya.

DUA JENIS PERALATAN PERNAFASAN YANG UMUM DIGUNAKAN

a PERALATAN RINGKAS. Peralatan ini memberikan udara dari tabung yang disandang di punggung. Tabung yang biasa digunakan secara umum dapat memberikan udara selama 30 menit sementara pemakainya melakukan tugas fisik yang berat. Jenis tabung lain juga tersedia yang dapat digunakan lebih lama. Lamanya pasokan udara bergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan dan kondisi fisik pemakainya.

b PERALATAN PERNAFASAN DENGAN PASOKAN UDARA. Ini merupakan variasi alat pernafasan praktis yang tabung udaranya digantikan dengan tabung besar yang dihubungakan dengan selang ke peralatan yang dipakai. Walaupun dengan cara ini beban lebih ringan, ia membatasi gerak pemakainya yang terbatas pada panjang selang yang tersedia. Selang ini juga mengharuskan pemakainya kembali ke tempat semula melalui jalan yang sama dari mana ia masuk. Suatu tabung penyelamatan harus digunakan bila menggunakan peralatan ini.

TINDAKAN HATI-HATI SECARA KHUSUS

Bila pekerja yang mengenakan alat pernafasan ini harus bekerja dalam ruang tertutup atau tangki, harus selalu ada pengawas atau pembantu yang dilengkapi dengan alat penolong dan siap untuk menggunakannya. Topeng keselamatan dan tali yang dinyatakan memenuhi persyaratan harus dipakai dan bila cara masuk dilakukan dari atas, dianjurkan agar terdapat sekurang-kurangnya dua orang pembantu. Pekerja yang bekerja di daerah H2S harus menguasai cara pemberian pernafasan buatan.

KAPSUL UDARA PENYELAMATAN

Kapsul udara dirancang dengan tujuan tunggal PENYELAMATAN DARURAT. Hanya diperlukan beberapa detik untk mengenakannya, tidak ada sabuk, tali, topeng muka atau katup yang perlu dibuka-tutup. Waktu menggunakan lima menit.

BEBERAPA MASALAH PENGGUNAAN ALAT PERNAFASAN

Terdapat beberapa jenis peralatan pernafasan yang umum dan penting sekali bagi pemakainya untuk mendapatkan latihan, tidak hanya dalam hal bagaimana memakainya dengan tepat, tetapi juga batas kemampuan setiap jenis peralatan pernafasan.

Beberapa masalah yang dihadapi dalam penggunaan peralatan pernafasan adalah:

* Bulu bulu pada wajah – bulu bulu yang berada di antara kulit dan permukaan pengedap dari kedok peralatan pernafasan akan menghalangi kekedapan yang sempurna. Bahkan bulu yang berusia sehari akan dapat menyebabkan masuknya kontaminasi dan/atau hilangnya udara murni.

* Lensa kontak (contact lenses) – lensa kontak ini merupakan kendala dan semestinya tidak dipakai ketika menggunakan alat pernafasan dalam suatu tempat yang tercemar (terkontaminasi).

* Kacamata – kacamata koreksi pandangan yang mempunyai penghubung pada pelipis atau menggunakan tali yang mengganggu kekedapan alat pernafasan bagian muka, tidak boleh dipakai karena akan menyebabkan masuknya kontaminasi secara lebih besar.

* Beberapa masalah kekedapan – kekedapan bervariasi bergantung kepada pribadi si pemakai alat; beberapa disebutkan, yang lain tidak terdeteksi sampai dilakukan penyesuaian pemakaian. Yang paling tampak adalah bekas luka, kening yang cekung, tulang pipi yang menonjol, lipatan kulit yang dalam dan gigi yang ompong atau palsu.