affiliate_link

KESURUPAN

Masih terasa miris sampai sekarang, ketika mengingat dan menyaksikan berita Nuansa Pagi RCTI pada tanggal 29 Oktober 2008 yang lalu. Seorang siswi SMK di Sumedang kesurupan. Ternyata “sang penolong” cuma berakting laksana anggota tim pemburu hantu saja layaknya.

Dilihat dari aktivitasnya, sebenarnya kesurupan itu ada berapa dan bagaimana pengaruhnya terhadap kejiwaan sang korban? Menurut hemat saya, kesurupan itu ada dua macam antara lain:

  1. aktif, adalah kesurupan dengan tanda-tanda mata melotot dengan pandangan liar dan selalu melakukan perlawanan terhadap orang yang yang berusaha menolong menyadarkan korban. Di dalam alam bawah sadarnya, korban mengetahui apa yang ia lakukan akan tetapi bertentangan dengan kita yang dalam kondisi normal. Dalam visualisasi, korban makan daging rendang atau apa saja, tetapi yang kita lihat dia lagi menggigit karung goni atau singkong mentah dengan kulit-kulitnya (ini cukup berbahaya karena kulit singkong mentah mengandung HCN atau asam biru, untuk orang normal). Seperti halnya para pemain kuda lumping yang sedang kesurupan, sang pawang pun akan menggunakan pecut dan air kembang untuk membantu menyadarkan korban. Sebagai manifestasi me-reset gelombang bio-eletromagnetik yang berbentuk tegangan gigi gergaji yang dipengaruhi oleh ruh halus yang biasa kita sebut sebagai jin, semakin tua usia jin, semakin lama korban bisa disadarkan. Korban dianggap sebagai pesawat RADAR dan memberikan pesan kepada kita bahwa jin itu eksis. Sejauh ini gangguan kejiwaan korban belum pernah terdengar, hanya kondisi fisik korban saat sadar terasa lemas dan otot-otot terasa lunglai. Biasanya sang pawang akan memberikan sebutir telur ayam kampung (diambil kuningnya saja) dan air kelapa hijau, untuk mengembalikan kondisi fisik sang korban.
  2. pasif, kesurupan dengan tanda jeritan dari korban kemudian jatuh terkulai atau seperti pingsan. Korban hanya tertidur lemas, dianggap sebagai pesawat AIS (Automated Identification System) oleh sang jin. Memberikan pesan kepada kita, kalau kita bisa menyusulnya, maka korban akan “dikembalikan” dengan segera. Pengaruh kejiwaan korban, bisa jadi akan bersikap aneh terutama terhadap lawan jenisnya. Fisiknya juga akan terasa lemas. Untuk mengembalikan kondisi fisiknya, sebaiknya segera diberi minuman hangat manis dan rebusan air sirih.

Pengalaman saya ketika mengatasi kesurupan di Panti Asuhan Al Mubarokah Lebak Bulus – Jakarta Selatan, cukup memuaskan semua pihak dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Tip

Untuk membantu menyadarkan korban, tangan kita tidak perlu menyentuh korban secara langsung, kecuali ubun-ubun ke arah belakang kepala, pundak hingga punggung, ketiak, pergelangan tangan hingga jari-jari tangan dan pergelangan kaki hingga jari-jari kaki. Cukup hati kita yang menyentuh secara langsung ke korban, selalu bermunajat kepada Allah dan selalu dekat dengan-Nya.

Korban diberikan minuman Teh Herbal Celup Sirih MerahTM dalam kondisi hangat manis untuk segera mengembalikan staminanya.